27 Mei 2009

Review Nokia E66

Penampilan E66 masih mengikuti E65; memakai model sliding untuk menyembunyikan keypad dalam bodi. Perubahan yang kentara adalah sebaran tombol pintas di sekeliling navigasi. E66 menempatkan tombol Home (gambar rumah) dan Calendar (kalender) di kiri navigasi, serta tombol Contacts (buku telepon) dan Messaging (amplop) di kiri navigasi. Tombol Clear (C) ditaruh di bawah tombol navigasi. Icon khas Symbian sudah menghilang dari area pertombolan.

Tombol On-Off akan kita dapati di atas bodi, agak ke kanan. Beberapa tombol di keypad diberi fungsi ganda. Antara lain pengaktifan Bluetooth hanya dengan memencet-tahan tombol *, pembukaan browser dengan memencet-tahan tombol 0 dan pengaktifan moda Silent dengan
memencet-tahan tombol #.

Jika E65 tampil menggoda dengan casing berbahan mirip kulit, E66 justru melenggang dengan casing logam. Sejauh ini hanya ada pilihan warna yang disediakan Nokia, yaitu hitam dan putih mutiara.

Yang menarik adalah tampilan layar. Bila sedikit saja dimiringkan, layar akan langsung berubah dari vertikal menjadi horisontal. Ini karena E66 punya sensor orientasi. Sensor ini juga bisa dipakai untuk “mendiamkan” bunyi ponsel (Mute)

Kinerja
Berbekal sistem operasi Symbian, tentu saja sangat banyak aplikasi pihak ketiga yang dapat ditambahkan pada E66. Apalagi E66 juga mendukung Java.

Soal konektivitas, E66 sangat lengkap. Tinggal pilih, mau inframerah Bluetooth, USB mikro atau Wi-Fi. Adanya port inframerah terasa unik, mengingat nyaris tak ada peranti bisnis keluaran terbaru yang masih menyediakannya. Port inframerah ini bisa kita temukan di kiri bodi sebelah bawah, antara port kabel data dan pengunci casing belakang.

Nokia memberikan port tersendiri untuk headset (jack 2,5mm di kiri bodi sebelah atas), transfer data (port mirip USB mikro di kiri bodi sebelah bawah) dan charger (port charger di bawah bodi sebelah kiri). Jadi, tak perlu lagi rebutan colokan untuk ketiga fungsi tersebut.

Kapasitas E66 bisa diperbesar dengan MicroSD. Tapi cabut-pasang kartunya akan sedikit merepotkan karena slot MicroSD tersebut tersembunyi di balik casing. Ketika membuka casing belakang, arahkan pandangan Anda ke pojok kiri atas; di situlah slot MicroSD berada.

Bisnis
Nokia membenamkan cukup banyak aplikasi pendukung bisnis di E66. Di unit demo yang kami terima, setidaknya kami temukan Push To Talk, Internet telephony, IM, Calendar, Calculator, Quickoffice, Clock, Converter, Active notes, Notes, Intranet, Zip, Printers, Adobe PDF,
Modem, dan Encryption. Malah ada pula Barcode untuk “membaca” barcode.

Koneksi ke Internet sudah menjadi kebutuhan wajib bagi kalangan pebisnis. Karena itu, jaringan 3,5G dan WiFi memperluas pilihan konektivitas pengguna E66. Apalagi E66 bisa dijadikan modem.

Tak hanya data, fasilitas 3,5G juga bisa dimanfaatkan untuk Video call. Hanya, cara pemakaiannya sedikit merepotkan. Setelah memencet nomor yang dituju, kita harus buka Options, lalu pilih Call > Video call.

E66 juga menyediakan fasilitas GPS; lengkap dengan Nokia Maps, GPS data dan Landmarks. Ketika pertama kali dipakai, pemindaian posisi terhitung cepat. Akurasinya pun terbilang bagus.

Kamera
E66 menyediakan kamera sesuai rata-rata di pasaran saat ini, yaitu 3,2MP. Plus lampu tambahan, serta cermin. Ada tombol kamera ada di kanan bodi. Tapi untuk mengaktifkan kamera, kita malah harus pencet tombol menu kanan yang ternyata di-default untuk itu.

Secara default, kamera akan terbuka dalam moda Image. Untuk foto, resolusi maksimalnya 3M; bisa untuk pencetakan hingga 25×20 cm. Yang menarik dicatat pada setting agaknya adalah ada setting Extended digital zoom, User defined di Scene modes, Red-eye di Flash, dan Self-timer sampai 20 detik.

Untuk pindah ke moda Video, tinggal pencet tombol menu, lalu pilih Video mode. Tak terlihat pilihan resolusi untuk video; yang ada hanya Video quality. Ada opsi Audio recording. Setting lainnya tergolong standar.

Hiburan
Nokia E66 memang ponsel bisnis. Namun tak berarti kita tak bisa bersenang-senang dengannya. Nokia menjejali banyak aplikasi hiburan di E66. Ada Recorder, Music player, RealPlayer, Podcasting, Radio, dan Flash Player. Perhatikan, di sini sudah ada Music store dan Share online.

Lagu yang ada di Music player bisa langsung dijadikan ringtone, hanya dengan memakai Set as ringing tone. Jika bosan dengan lagu yang itu-itu saja, masuk saja ke Music store (dari opsi Find in Music store). Ini akan membawa kita ke toko online Nokia; cari lagu yang diinginkan, lalu kita tinggal bayar.

O ya, profil Equaliser masih dapat disetel ulang frekuensinya. Di Music player ini juga ada setting Loudness dan Stereo widening. Mungkin ini yang membuat suara yang dihasilkan speaker eksternal terdengar jernih. Begitu pula yang terdengar via earphone. Suara tetap bulat meski disetel ke volume maksimal. Soal nyaring, memang tidak senyaring speaker yang biasa terdapat di ponsel-ponsel Cina.

Radio, seperti biasa, mengharuskan kita telah memasang earphone lebih dulu agar dapat memakainya. Ada opsi Activate loudspeaker bila kita lebih suka mendengarkannya via speaker eksternal. Karena ini adalah Visual Radio, kita bisa melakukan streaming visual lagu bila
stasiun radio tersebut menyediakannya. Tentu saja ini memerlukan akses Internet dan akan ada ekstra biaya.

E66 memakai jack 2,5mm untuk earphone; letaknya di kiri bodi. Pilihan earphone alternatif memang lebih terbatas dibanding jika memakai jack 3,5mm, tetapi pasti lebih luas dibanding jika memakai port khas Nokia.

Speaker eksternal akan kita temukan di pojok kiri bawah, bagian belakang bodi. Tombol volume 2-arahnya ada di kanan bodi (pada tampak depan); diselingi tombol perintah suara.

DENGAN KATA LAIN…
Ponsel bisnis yang asyik dibawa untuk melakukan apa saja.

Sumber: Sinyal

SPESIFIKASI Nokia E66
Jaringan : GSM 850/900/1800/1900 MHz
Bentuk : Bar
Dimensi : 108×50x13 mm
Bobot : 121 gram
Batere : Li-ion 3,7V 1000mAh (seri BL-4U)
Waktu siaga : rata-rata 5 hari
Waktu bicara : rata-rata 5 jam
Layar : 16 juta warna
Memori internal :
Memori tambahan : MicroSD
Konektivitas antar peranti : Infrared, (mirip) USB mikro, Bluetooth, WiFi
Konektivitas internet : GPRS, EDGE, WLAN
Kamera : 3,2MP; lampu, cermin
Ringtone : Polifonik
Phonebook : Tak terbatas
Messaging : Text message, Multimedia message, Audio message, E-mail
Aplikasi : PTT, Internet tel, IM, Calendar, Search, Calculator, Quickoffice, Clock, Converter, Active notes, Notes, Wireless keyboard, Dictionary, Intranet, Zip, Printers, Adobe PDF, Modem, Encryption, Themes, Voice command, Speech, Voice aid, Barcode, Recorder, Music
player, Music store, Camera, Gallery, RealPlayer, Podcasting, Radio, Flash Player, 3D tones, Share online, GPS, Browser
Isi paket : Charger, headset, manual

Sumber : Ketok.com/1ponsel.wordpress.com

04 Juli 2008

Nonton Film Terbaru di Ponsel?


Seiring pertumbuhan pesat mobile Internet via ponsel, beberapa situs menawarkan file-file film yang dapat diunduh ke dalam ponsel. Di antaranya, Amazon Unbox, BitTorrent, CinemaNow, iTunes, Movielink, Vongo, dan ZML.

Situs-situs ini disinyalir muncul ketika popularitas DVD untuk menjadi raja film perlahan-lahan menurun dan tidak lagi menjadi pilihan terbaik. Beberapa titik lemah DVD terletak pada packing dan kemungkinan bisa hilang atau tergores.

Bahkan bagi pengguna notebook, DVD mengonsumsi energi lebih banyak. Tentu ini sangat membebankan mereka yang bermobilitas tinggi karena diharuskan membawa baterai cadangan.

Teknologi ponsel yang kini sudah di-support dengan koneksi Internet yang cepat dimungkinkan seseorang mengunduh film, baik ketika mereka berada di kamar hotel ataupun di pelabuhan udara.

Sementara ini, baru Apple iPhone yang mampu menyediakan layanan unduh film untuk pelanggannya, melalui iTunes Store. Beberapa waktu ke depan, diproyeksikan produk-produk lain pun akan mengikuti jejak iPhone dan mulai meninggalkan format video 3GPP.

Memang ada aplikasi yang berkemampuan untuk mengubah format file DVD ke 3GP, seperti Xilisoft DVD atau Nidesoft DVD. Aplikasi-aplikasi tersebut membantu user untuk memungkinkan file DVD yang di-rip dapat dinikmati pula di masing-masing ponselnya.

Adapun beberapa situs yang menyediakan layanan unduh film (movies) untuk ponsel saat ini adalah di antaranya:
1. Amazon Unbox
2. BitTorrent
3. CinemaNow
4. iTunes
5. Movielink
6. Vongo
7. ZML.

(Okezone)

23 Juni 2008

Kenapa iPhone 3G Bisa Murah?

iPhone 3G

Murahnya seri baru iPhone yang dilengkapi dengan jaringan 3G (iPhone 3G) ternyata menimbulkan banyak pertanyaan. Namun ternyata faktor murah ini bukan dari komponen yang digunakan tapi dikarenakan hal lain.

Beberapa pengamat memberikan spekulasi yang berbeda. Perusahaan riset iSuppli yakin bahwa ada beberapa komponen di dalam perangkat tersebut yang mengalami penurunan harga dasar. Meskipun fitur 3G dan GPS yang dibenamkan memiliki harga yang tidak murah namun mereka tetap percaya ada komponen yang dimurahkan.

VP Gartner Kevin Dulaney juga memaparkan hal yang sama bahwa perangkat dengan demand yang besar sudah pasti akan mendapatkan harga komponen yang lebih murah. Misalnya saja sebuah chip ponsel yang kini semakin murah seiring dengan banyaknya vendor yang memproduksi komponen chip tersebut.

Namun tidak demikian dengan materi plastik yang digunakan Apple untuk menggantikan materi metal sebagai cover iPhone. Hal ini tidak akan berpengaruh pada fungsionalitas iPhone sama sekali.

"Kemungkinan besar ada program subsidi di iPhone. Lihat saja dari rilis baru yang dikeluarkan AT&T, mereka mengaku akan mulai mengais keuntungan dari penjualan perangkat dengan harapan arpu untuk layanan data juga meningkat karena mereka menyadari besarnya potensi pelanggan yang akan teraih dengan menjual perangkat tersebut," ujar Dulaney seperti dikutip melalui PC World, Selasa (10/6/2008).

Menurut Dulaney, dalam waktu dekat AT&T berharap kerja samanya yang baru menghasilkan keseimbangan antara margin dan pendapatan. Bahkan AT&T juga mengatakan bahwa mereka tidak akan membagi revenue layanan iPhone dengan Apple sehingga rencananya, AT&T akan menaikkan tarif berlangganan data mereka dari USD20 menjadi USD30.

"Bisnis model seperti ini tidak akan berjalan jika dilakukan setahun lalu, saat iPhone pertama kali diluncurkan. Pasalnya operator yang diajak bekerja sama hanya satu. "Kini iPhone 3G akan launching di 22 negara dan pada akhir tahun ini akan diperluas ke 70 negara di dunia," ujar Dulaney. (2tech.biz)